Sabtu, 27 Juli 2019

REVIEW: DUCKTALES (2017) – SEASON 1



Suka atau tidak, pembuatan remake atau reboot film dan serial tv masih akan menjadi salah satu komoditas utama di jagad hiburan kita selama beberapa tahun kedepan. Tidak percaya? Lihat bagaimana sekarang Disney rajin meremake katalog film animasi-animasi klasik mereka menjadi live action/CG. Atau bagaimana serial kartun-kartun klasik seperti Voltron, Ben 10, dan Teen Titans mendapatkan reboot untuk menggaet fans-fans baru di generasi sekarang. Meskipun kelihatan seperti usaha yang ‘malas’ dalam merengguk kesuksesan, proses pembuatan remake atau reboot sendiri tidak bisa di remehkan begitu saja. Salah langkah sedikit saja dalam prosesnya – terutama dalam meremake atau mereboot suatu film atau serial tv yang terkenal – hasilnya bisa berubah menjadi bencana. Contohnya lagi tengok serial kartun Teen Titans Go!  dan Ben 10 (2016) yang meskipun mendapatkan beberapa fans baru dan kesuksesan dalam rating, dicerca oleh mayoritas fans-fans lamanya karena dianggap melenceng dari serial lamanya. Karena hal inilah ketika Disney mengumumkan bahwa mereka akan mereboot serial DuckTales, beberapa fans serialnya harap-harap cemas akan kualitasnya. 

DuckTales sendiri adalah serial kartun klasik Disney tahun 1987 yang mengisahkan petualangan karakter ikonik Disney Gober Bebek (Scrooge McDuck) si bebek terkaya di dunia dan keponakan-keponakannya Kwik, Kwek, Kwak (Huey, Dewey, Louie). Serial ini sukses besar pada masanya dan membuka jalan bagi Disney untuk membuat serial kartun-kartun ikonik lainnya seperti Chip 'n Dale: Rescue Rangers, TaleSpin dan spin-off DuckTales: Darkwing Duck. Dengan beban berat mereboot salah satu kisah sukses serial pertelevisian Disney, bisakah proyek reboot DuckTales ini memuaskan semua pihak?

The Duck Family

Donal Bebek terpaksa harus menitipkan keponakan-keponakannya Kwik, Kwek, Kwak kepada Pamannya, Gober Bebek, setelah keponakan-keponakan onarnya itu berencana untuk ‘membajak’ rumah kapal mereka untuk pergi bersenang-senang, sementara Donal sendiri harus pergi wawancara kerja. Mendengar hal itu, Kwik, Kwek, Kwak terkejut dan senang sekali. Mereka akan dititipkan kepada Gober Bebek, bebek terkaya di dunia sekaligus seorang petualang tangguh! Bayangkan keseruan yang akan mereka alami! Pun begitu mereka juga keheranan kenapa Donal tidak pernah bercerita kepada mereka kalau mereka berkeluarga dengan bebek terkaya di dunia.

Keheranan mereka pun semakin menjadi-jadi ketika mereka sampai di kediaman Gober, dimana Donal terlihat berseteru dengannya dan sikap Gober yang tidak acuh terhadap keponakan-keponakannya itu. Usut punya usut, Gober sendiri ternyata sudah lama tidak bertualang. Kecewa dan bosan karena sikap cuek pamannya tersebut, Kwik, Kwek, Kwak, dan teman baru mereka yang tinggal bersama Gober, Webby Vanderquack, berbuat usil dengan main-main dengan artifak-artifak koleksi milik Gober. Celakanya sikap onar mereka membuat beberapa roh jahat yang mendiami artifak-artifak kuno tersebut bebas dan membuat kacau seisi kota. Dibantu oleh Gober sendiri, Webby, dan supir/pilot Gober, Launchpad McQuack, mereka berhasil meredam kekacauan tersebut. Kejadian tersebut secara mengejutkan membuat jiwa petualang Gober yang sempat redup hidup kembali! Gober pun memutuskan untuk kembali beraksi dan mengajak keluarga-keluarga barunya tersebut bertualang bersamanya. Maka dimulailah lembaran baru petualangan keluarga bebek....

Matt Youngberg dan Francisco Angones selaku penggagas reboot serial ini mengatakan bahwa mereka adalah fans yang tumbuh bersama serial aslinya dan berjanji meskipun reboot  ini memang akan up to date untuk menarik fans-fans baru di generasi sekarang, mereka tetap akan membawa spirit asli dari serial lama dan komik-komiknya (terutama dari karya Carl Barks dan Don Rosa) di reboot ini. Dan mereka benar-benar membuktikan janji mereka. Masih seperti serial lawas/komiknya, reboot ini secara garis besar bercerita bagaimana keseruan keluarga bebek dalam bertualang mencari harta karun, kisah sehari-hari mereka yang over the top dan hal-hal seru lainnya yang membuat saya sedikit bernostalgia mengingat kembali keseruan saat saya menonton/membaca kisah-kisah keluarga bebek ini dulu. Toh apa yang paling saya sukai dari reboot ini adalah Youngberg dan Angones menambahkan sesuatu yang tidak di miliki oleh serial lawasnya dan membuat saya benar-benar menunggu setiap episodenya tiap minggu: ongoing story arc

To adventures!

Ya, meskipun mayoritas cerita di tiap episodenya bisa di bilang berdiri sendiri, reboot ini memiliki beberapa garis cerita besar yang menemaninya. Seperti di episode pertama kita mungkin terheran-heran melihat hubungan Donal dengan Gober yang terlihat buruk yang kemudian sepertinya berhubungan dengan misteri hilangnya Ibu Kwik, Kwek, Kwak dan saudari kembar Donal: Della yang menjadi fokus di episode ketiga, sekaligus menjadi misteri terbesar di season pertama ini. Selain itu ada kisah masa lalu beberapa karakter seperti Gober, Beakley, dan misteri-misteri lain yang membuat perkembangan ceritanya sangat mengasyikan untuk diikuti.

Selain mengupdate gaya penceriteraannya, Youngberg dan Angones juga bermain-main dalam mengembangkan tokoh-tokoh di reboot ini dengan mengubah beberapa karakterisasi mereka. Gober di sini dibuat lebih lembut dibanding inkarnasi-inkarnasi sebelumnya dengan lebih menonjolkan sifatnya yang mementingkan keluarga dibanding uang, menjadikannya sedikit lebih likable. Launchpad si pilot dilipatgandakan sifat bodoh dan anehnya, membuat setiap kemunculannya selalu membuat saya tertawa terbahak-bahak. Bentina Beakley si pelayan keibuan di seri aslinya, disini terlihat lebih badass dengan sifatnya yang keras.

Di antara perubahan-perubahan itu yang menjadi favorit saya adalah perubahan karakter Webby dan Kwik, Kwek, Kwak. Webby yang di seri lamanya terlihat seperti gadis yang menyusahkan, girly, dan agak annoying, disini menjadi gadis yang kick-ass dan sedikit tomboy, tetapi tetap kelihatan sisi feminimnya. Kwik, Kwek, Kwak yang di mayoritas inkarnasi-inkarnasi sebelumnya ketiga-tiganya memiliki sifat yang serupa satu sama lain (yang membedakan mereka hanya warna topi dan baju mereka), disini secara brilian masing-masing diberikan sifat individualis yang menonjol satu sama lain. Meskipun bukan yang pertama kali melakukannya (mereka juga memiliki sifat yang berbeda-beda di serial Quack Pak), tetapi saya lebih menyukai sifat mereka bertiga disini. Kwik (Merah) si sulung adalah nerd yang pandai, Kwek (Biru) si anak tengah yang 'rusuh' dan berjiwa petualang, dan si bungsu Kwek (Hijau) yang pemalas dan tukang santai. Hal ini membuat interaksi ketiganya menjadi lebih menarik dan hidup. Dan masih banyak tokoh-tokoh lainnya, baik orisinil maupun yang berasal dari seri asli dan komiknya, yang makin melengkapi kisah reboot DuckTales ini. Oh ya buat kalian fans Donal Bebek yang kecewa karena perannya minim sekali di seri aslinya, disini si bebek pemarah itu memiliki peranan vital di ceritanya dan sering muncul lho! 

Solving mysteries and rewriting history!

Semua itu ditambahkan dengan production quality yang memuaskan oleh Disney. Saya langsung jatuh cinta melihat redesign beberapa tokoh-tokohnya yang di modernisasi disini, membuat mereka terlihat keren (terutama Kwik, Kwek, Kwak, dan Webby). Beberapa lagi terlihat sangat comic accurate seperti Gober dan Donal. Beberapa style komiknya juga dibawa ke gaya visual pewarnaan dan gambar backgroundnya, membuat saya seperti menonton sebuah panel komik yang bergerak! Untuk kualitas animasinya sendiri sangat bagus. Coba tengok adegan-adegan aksi di episode terakhir yang sangat fluid dan di koreografi secara keren. Dan, ah, siapa yang tidak bisa melupakan catchynya aransemen ulang theme song dari serial lamanya oleh Mark Mueller dan di nyanyikan secara bersemangat oleh Felicia Barton. Musik pengiring gubahan Dominic Lewis juga tidak bisa diremehkan, berhasil memanjakan kuping saya untuk ikut hanyut ke dalam petualangan-petualangan seru keluarga bebek ini (favorit saya: musik ala scottish/celtic di episode 12). Sebagai bonus, reboot ini memiliki banyak easter egg dan referensi baik dari serial lawasnya, komik, maupun media - media Disney lain dan juga dari pop culture dari segala era, yang semakin membuktikan kecintaan Youngberg dan Angones terhadap franchise ini.

Verdict: Reboot DuckTales ini adalah salah satu contoh yang bagus bagaimana penanganan sebuah reboot dilakukan. Mengubah dan memperbaharui beberapa elemennya, tetapi juga tetap mempertahankan nilai-nilai nostalgia yang membuat serial ini dicintai oleh fansnya. Sangat saya rekomendasikan terutama kepada para pecinta cerita keluarga bebek ini. Woo-oo!

8.5/10