Suka atau tidak, pembuatan remake atau reboot film dan serial tv masih akan menjadi salah satu komoditas utama di jagad hiburan kita selama beberapa tahun kedepan. Tidak percaya? Lihat bagaimana sekarang Disney rajin meremake katalog film animasi-animasi klasik mereka menjadi live action/CG. Atau bagaimana serial kartun-kartun klasik seperti Voltron, Ben 10, dan Teen Titans mendapatkan reboot untuk menggaet fans-fans baru di generasi sekarang. Meskipun kelihatan seperti usaha yang ‘malas’ dalam merengguk kesuksesan, proses pembuatan remake atau reboot sendiri tidak bisa di remehkan begitu saja. Salah langkah sedikit saja dalam prosesnya – terutama dalam meremake atau mereboot suatu film atau serial tv yang terkenal – hasilnya bisa berubah menjadi bencana. Contohnya lagi tengok serial kartun Teen Titans Go! dan Ben 10 (2016) yang meskipun mendapatkan beberapa fans baru dan kesuksesan dalam rating, dicerca oleh mayoritas fans-fans lamanya karena dianggap melenceng dari serial lamanya. Karena hal inilah ketika Disney mengumumkan bahwa mereka akan mereboot serial DuckTales, beberapa fans serialnya harap-harap cemas akan kualitasnya.
DuckTales
sendiri adalah serial kartun klasik Disney tahun 1987 yang mengisahkan
petualangan karakter ikonik Disney Gober Bebek (Scrooge McDuck) si bebek
terkaya di dunia dan keponakan-keponakannya Kwik, Kwek, Kwak (Huey, Dewey,
Louie). Serial ini sukses besar pada masanya dan membuka jalan bagi Disney
untuk membuat serial kartun-kartun ikonik lainnya seperti Chip 'n Dale: Rescue
Rangers, TaleSpin dan spin-off DuckTales: Darkwing Duck. Dengan beban berat
mereboot salah satu kisah sukses serial pertelevisian Disney, bisakah proyek
reboot DuckTales ini memuaskan semua pihak?
![]() |
| The Duck Family |
Donal Bebek
terpaksa harus menitipkan keponakan-keponakannya Kwik, Kwek, Kwak kepada
Pamannya, Gober Bebek, setelah keponakan-keponakan onarnya itu berencana untuk
‘membajak’ rumah kapal mereka untuk pergi bersenang-senang, sementara Donal
sendiri harus pergi wawancara kerja. Mendengar hal itu, Kwik, Kwek, Kwak
terkejut dan senang sekali. Mereka akan dititipkan kepada Gober Bebek, bebek
terkaya di dunia sekaligus seorang petualang tangguh! Bayangkan keseruan yang
akan mereka alami! Pun begitu mereka juga keheranan kenapa Donal tidak pernah
bercerita kepada mereka kalau mereka berkeluarga dengan bebek terkaya di dunia.
Keheranan mereka
pun semakin menjadi-jadi ketika mereka sampai di kediaman Gober, dimana Donal
terlihat berseteru dengannya dan sikap Gober yang tidak acuh terhadap keponakan-keponakannya
itu. Usut punya usut, Gober sendiri ternyata sudah lama tidak bertualang. Kecewa
dan bosan karena sikap cuek pamannya tersebut, Kwik, Kwek, Kwak, dan teman baru
mereka yang tinggal bersama Gober, Webby Vanderquack, berbuat usil dengan
main-main dengan artifak-artifak koleksi milik Gober. Celakanya sikap onar
mereka membuat beberapa roh jahat yang mendiami artifak-artifak kuno tersebut
bebas dan membuat kacau seisi kota. Dibantu oleh Gober sendiri, Webby, dan supir/pilot
Gober, Launchpad McQuack, mereka berhasil meredam kekacauan tersebut. Kejadian
tersebut secara mengejutkan membuat jiwa petualang Gober yang sempat redup
hidup kembali! Gober pun memutuskan untuk kembali beraksi dan mengajak
keluarga-keluarga barunya tersebut bertualang bersamanya. Maka dimulailah
lembaran baru petualangan keluarga bebek....
Matt Youngberg
dan Francisco Angones selaku penggagas reboot serial ini mengatakan bahwa
mereka adalah fans yang tumbuh bersama serial aslinya dan berjanji meskipun
reboot ini memang akan up to date untuk
menarik fans-fans baru di generasi sekarang, mereka tetap akan membawa spirit
asli dari serial lama dan komik-komiknya (terutama dari karya Carl Barks dan
Don Rosa) di reboot ini. Dan mereka benar-benar membuktikan janji mereka. Masih
seperti serial lawas/komiknya, reboot ini secara garis besar bercerita
bagaimana keseruan keluarga bebek dalam bertualang mencari harta karun, kisah
sehari-hari mereka yang over the top dan hal-hal seru lainnya yang membuat saya
sedikit bernostalgia mengingat kembali keseruan saat saya menonton/membaca
kisah-kisah keluarga bebek ini dulu. Toh apa yang paling saya sukai dari reboot
ini adalah Youngberg dan Angones menambahkan sesuatu yang tidak di miliki oleh
serial lawasnya dan membuat saya benar-benar menunggu setiap episodenya tiap
minggu: ongoing story arc.
![]() |
| To adventures! |
Ya, meskipun
mayoritas cerita di tiap episodenya bisa di bilang berdiri sendiri, reboot ini
memiliki beberapa garis cerita besar yang menemaninya. Seperti di episode
pertama kita mungkin terheran-heran melihat hubungan Donal dengan Gober yang terlihat
buruk yang kemudian sepertinya berhubungan dengan misteri hilangnya Ibu Kwik,
Kwek, Kwak dan saudari kembar Donal: Della yang menjadi fokus di episode ketiga,
sekaligus menjadi misteri terbesar di season pertama ini. Selain itu ada kisah
masa lalu beberapa karakter seperti Gober, Beakley, dan misteri-misteri lain yang
membuat perkembangan ceritanya sangat mengasyikan untuk diikuti.
Selain
mengupdate gaya penceriteraannya, Youngberg dan Angones juga bermain-main dalam
mengembangkan tokoh-tokoh di reboot ini dengan mengubah beberapa karakterisasi
mereka. Gober di sini dibuat lebih lembut dibanding inkarnasi-inkarnasi
sebelumnya dengan lebih menonjolkan sifatnya yang mementingkan keluarga
dibanding uang, menjadikannya sedikit lebih likable. Launchpad si pilot
dilipatgandakan sifat bodoh dan anehnya, membuat setiap kemunculannya selalu
membuat saya tertawa terbahak-bahak. Bentina Beakley si pelayan keibuan di seri
aslinya, disini terlihat lebih badass
dengan sifatnya yang keras.
Di antara perubahan-perubahan itu yang menjadi
favorit saya adalah perubahan karakter Webby dan Kwik, Kwek, Kwak. Webby yang
di seri lamanya terlihat seperti gadis yang menyusahkan, girly, dan agak annoying, disini menjadi gadis yang kick-ass dan sedikit tomboy, tetapi
tetap kelihatan sisi feminimnya. Kwik, Kwek, Kwak yang di mayoritas
inkarnasi-inkarnasi sebelumnya ketiga-tiganya memiliki sifat yang serupa satu sama
lain (yang membedakan mereka hanya warna topi dan baju mereka), disini secara
brilian masing-masing diberikan sifat individualis yang menonjol satu sama
lain. Meskipun bukan yang pertama kali melakukannya (mereka juga memiliki sifat
yang berbeda-beda di serial Quack Pak), tetapi saya lebih menyukai sifat mereka
bertiga disini. Kwik (Merah) si sulung adalah nerd yang pandai, Kwek (Biru) si
anak tengah yang 'rusuh' dan berjiwa petualang, dan si bungsu Kwek (Hijau) yang
pemalas dan tukang santai. Hal ini membuat interaksi ketiganya menjadi lebih
menarik dan hidup. Dan masih banyak tokoh-tokoh lainnya, baik orisinil maupun yang
berasal dari seri asli dan komiknya, yang makin melengkapi kisah reboot
DuckTales ini. Oh ya buat kalian fans Donal Bebek yang kecewa karena perannya
minim sekali di seri aslinya, disini si bebek pemarah itu memiliki peranan
vital di ceritanya dan sering muncul lho!
![]() |
| Solving mysteries and rewriting history! |
Semua itu ditambahkan dengan production quality yang memuaskan oleh Disney. Saya langsung jatuh cinta melihat redesign beberapa tokoh-tokohnya yang di modernisasi disini, membuat mereka terlihat keren (terutama Kwik, Kwek, Kwak, dan Webby). Beberapa lagi terlihat sangat comic accurate seperti Gober dan Donal. Beberapa style komiknya juga dibawa ke gaya visual pewarnaan dan gambar backgroundnya, membuat saya seperti menonton sebuah panel komik yang bergerak! Untuk kualitas animasinya sendiri sangat bagus. Coba tengok adegan-adegan aksi di episode terakhir yang sangat fluid dan di koreografi secara keren. Dan, ah, siapa yang tidak bisa melupakan catchynya aransemen ulang theme song dari serial lamanya oleh Mark Mueller dan di nyanyikan secara bersemangat oleh Felicia Barton. Musik pengiring gubahan Dominic Lewis juga tidak bisa diremehkan, berhasil memanjakan kuping saya untuk ikut hanyut ke dalam petualangan-petualangan seru keluarga bebek ini (favorit saya: musik ala scottish/celtic di episode 12). Sebagai bonus, reboot ini memiliki banyak easter egg dan referensi baik dari serial lawasnya, komik, maupun media - media Disney lain dan juga dari pop culture dari segala era, yang semakin membuktikan kecintaan Youngberg dan Angones terhadap franchise ini.
Verdict: Reboot
DuckTales ini adalah salah satu contoh yang bagus bagaimana penanganan sebuah
reboot dilakukan. Mengubah dan memperbaharui beberapa elemennya, tetapi juga tetap
mempertahankan nilai-nilai nostalgia yang membuat serial ini dicintai oleh
fansnya. Sangat saya rekomendasikan terutama kepada para pecinta cerita keluarga
bebek ini. Woo-oo!
8.5/10




Tidak ada komentar:
Posting Komentar